Pada kasus ini oksigenasi diberikan karena pasien kesadaran pasien yang menurun. Selain itu oksigen juga dapat mempercepat perbaikan jaringan dekubitus.
Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi pada pasien. Pasien pada kasus ini mempunyai beberapa keadaan yang dapat memicu infeksi. Pertama adalah sulit buang air besar. Sulit buang air besar feses akan tertimbun di usus sehingga bakteri diusus akan meningkat. Kedua adalah kesuraman pada paru. Kesuraman pada paru menunjukkan adanya infiltrate di paru yang mana tempat tersebut sangt baik untuk perkembangan bakteri. Ketiga luka pada punggung bawah. Dekubitus yang sudah derajat 2 keatas dapat menjadi tempat yang baik untuk perkembangan bakteri.
Terapi cairan pada kasus ini ada beberapa kemungkinan resusitasi, maintenance dan koreksi. Untuk resusitasi biasa digunakan kristaloid isotonik dan koloid. Kristaloid isotonik memiliki kandungan Na+ relatif tinggi (>100 mEq/L) tujuannya agar bertahan lama di ekstraseluler (khususnya intravaskuler). Sebaliknya, cairan maintenance menggunakan elektrolit dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan harian (Na+ moderate dan K+ cukup). Terapi cairan koreksi ditujukan untuk mengatasi gangguan elektrolit berat.
Kasur dekubitus adalah kasur khusus untuk lebih memambagi rata tekan yang terjadi pada tubuh penderita, misalnya; kasur dengan gelembung tekan udara yang naik turun, kasur air yang temperatur airnya dapat diatur. (keberatan alat canggih ini adalah harganya mahal, perawatannya sendir harus baik dan dapat rusak).

Konfusio akut :
adalah suatu akibat gangguan fungsi pengertian : derajat, kesadaran, kewaspadaan dan gangguan proses berfikir,bingung waktu,tempat san orang istilah lain gagal otak akut. Gangguan memori jangka pendek, mungkin jangka panjang. Ada ganguan angan-angan melihat sesuatu yang tidak ada (halusinasi) atau salah penglihatan dan sebagainya. Ada 2 syarat yang harus terpenuhi antaa lain : 1. Derajat kesadaran yang menurun 2. Gangguan cipta (persepsi) 3. tergangunya siklus bangun, sulit tidur (insomnia), aktifitas fisik bisa meningkat dan menurun, 5. Bingung 6. gangguan memori tidak mampu belajar materi baru.