Penatalaksanaan :
Hindari semua faktor luar yang mungkin menimbulkan manifestasi klinis.
Menjauhi alergen pencetus.
Hindari pemakaian bahan yang merangsang seperti sabun keras dan bahan pakaian dari wol.
Hidrasi kulit.
sistemik :
Antihistamin golongan H1 untuk mengurangi gatal dan sebagai penenang.
Kortikosteroid jika gejala klinis berat dan sering mengalami kekambuhan.
Jika ada infeksi sekunder diberi antibiotik seperti eritromisin, tetrasiklin.
Topikal :
Pada bayi diberi kortikosteroid ringan dengan efek samping sedikit, misalnya krim hidrokortison 1-1,5%.
Pada anak dan dewasa dengan linkenifikasi dapat diberi kortikosteroid kuat seperti betametason dipropionat 0,055 atau desoksimetason 0,25%. Untuk efek yang lebih kuat, dapat dikombinasi dengan asam salisilat 1-3% dalam salep.
Pemeriksaan penunjang :
Dermatrografisme putih, untuk melihat perubahan dari rangsangan goresan terhadap kulit.
Percobaan asetilkolin akan menimbulkan vasokonstriksi kulit yang tampak sebagai garis pucat selama satu jam.
IgE
Prognosis
Prognosis umumnya baik. Namun, prognosis menjadi kurang baik jika ;
Dermatitis atopik pada anak.
Menderita rinitis alergi dan asma bronkial.
Riwayat dermatitis atopik pada orang tua atau saudara kandungnya.
Awitan onset pada usia muda.
Anak tunggal.
Kadar IgE serum sangat tinggi.
Komplikasi
Infeksi bakteri.
Infeksi virus.
Infeksi jamur.
Siregar, R.S. Atlas berwarna saripati penyakit kulit. 2004. Jakarta:EGC.