Jamu majun/kuat banyak digunakan masyârakat yang percaya bahwa jamu ini dapat
digunakan sebagai androgen.
Data dikumpulkan dari 24 formulasi jamu kuat pria. Dari hasil pengamatan dapat
disimpulkan bahwa dasar formulasi jamu majun adalah menggunakan satu sampai lima
jenis simplisia utama (yang diperkirakan sebagai androgen) dan simplisia tambahan.
Simplisia utama antara lain akar panaks ginseng, akar ginseng jawa, batang pasak bumi,
rimpang jahe, cabe jawa, merica hitam/putih dan rimpang kencur. Simplisia tersebut
mempunyai efek androgenik kuat sampai lemah, jadi dasar pemilihan simplisia tersebut
di atas dapat dibenarkan. Akan tetapi perlu diteliti lebih lanjut derajat efek androgenik dari
masing-masing formulasi jamu dibandingkan dengan panaks ginseng dan uji klinisnya.

Berikut detail hasil penelitian :
1) Ekstrak rimpang jahe dengan dosis lazim berkhasiat anabolik
dan termogenik sedang, sedangkan bila dosisnya diperbesar
mungkin dapat mengganggu mitokhondria(3). Urutan fungsi
kekuatan termogenik dan beberapa simplisia adalah sebagai
berikut: capsaicin (cabe), jahe kemudian merica.
2) Dekok batang pasak bumi terbukti memiliki efek androgenik
pada ayam jantan, kadar dekok 25% (b/v) telah menunjukkan
efek androgenik yang berarti(11).
3) Rimpang kencur sebagai obat kuat syahwat tidak menyebahkan
kenaikan efek androgenik yang berarti(9).
4) Piperin dan merica hitam dapat meningkatkan vasokonstriksi
dan penyerapan oksigen pada kaki belakang tikus, reaksi
ini yang digunakan sebagai penunjuk reaksi termogenik dari
piperin(3).
5) Efek androgenik dan anabolik buah cabe jawa seperti ininyak
atsiri yang dikandung oleh famili Piperaceae memerlukan
penelitian lebih lanjut(6).
6) Panaks ginseng mempunyai toksisitas yang rendah dan
mempunyai daya menyembuhkan lemah syahwat pada mencit
jantan dalam waktu cepat dan pemulihannya sangat berarti(10).
7) Ekstrak akar ginseng Jawa (Kolesom) mempunyai kemampuan
meningkatkan libido tikus putih jantan yang relatif seimbang
dengan ekstrak akan pasak bumi dan panaks ginseng(12).

Sumber : Cermin Dunia Kedokteran edisi 112