Berikut akan dijelaskan langkah-langkah dalam menghadapi kecelakaan. Penjelasan ini hanya untuk menjaga supaya tidak terjadi hal-hal yang mengancam jiwa dari korban. Langkah-langkah tersebut antara lain :
1. Perhatikan jalan nafas dan kondisi leher. Usahakan jalan pernafasan jangan sampai tertutup. Jika ada yang menutup maka harus dibersihkan.
2. Raba denyut pembuluh nadi bagian luar pergelangan tangan, pembuluh nadi leher atau pembuluh nadi di lipat paha unutk mengetahui aliran darah. Untuk meraba nadi jangan gunakan jari jempol, namun gunakan jari telunjuk atau jari tengah. Raba pada bagian pergelangan tangan di bawah jempol(arteri radialis). Nadi akan teraba pada tekanan sistol >90 mmHg. Oleh karena itu, jika nadi tidak teraba maka tekanan darah <90 mmHg yang berarti harus segera dibawa ke rumah sakit untuk diberi oksigen.
3. Usahakan hindarkan korban dari keadaan yang membuatnya sulit bernafas. Misalnya, dengan mengendorkan dasinya atau dengan melepaskan ikat pinggangnya. Hal yang termasuk harus dilakukan juga adalah jangan biarkan orang berdesak-desakkan untuk melihat korban karena akan membuat korban kesulitan bernafas.
4. Untuk luka terbuka sebaiknya ditekan dengan bahan lembut/verband bersih. Jangan ditekan terus menerus tapi kadang-kadang dibuka. Hal ini dikarenakan jika dilakukan terus-menerus akan mengganggu jaringan sebelah distal(jauh) dari luka untuk memperoleh darah.
5. Tulang leher jangan dibiarkan bergeser.
6. Batasi gerak dari daerah yang diduga mengalami patah tulang. Jika penolong mampu maka segera dibebat atau bidai.

Sumber :
Faisal, Yatim. Pertolongan Pertama Sebelum Dokter dan Rumah Sakit. Jakarta : pustaka populer obor.
Palang Merah Inggris. Pertolongan Pertama untuk Anak.