1. PENDAHULUAN

Kata migrain sendiri berasal dari perkataan Yunani, hemikrania, yang berarti “separo kepala”. Seperti yang selama ini dikenal awam, migren memang kerap muncul di satu sisi kepala. Sekali muncul di kanan ya kanan saja, kalau nongol di kiri, ya terus kiri.

Dari kata hemikrania itu kemudian berubah menjadi migrain (migraine). Ada dua macam migren: migrain biasa dan migren klasik. Migrain biasa terjadi secara perlahan-lahan, mengakibatkan denyut nyeri yang dapat berlangsung selama 2 – 72 jam. Sering berpusat di pelipis atau di belakang telinga.

Migren klasik sama dengan migrain biasa, tetapi biasanya didahului dengan gejala seperti “aura” (perasaan aneh), yang bisa saja berupa gangguan berbicara, atau kelemahan dan gangguan penglihatan. Namun, gejala paling umum yang sering terjadi adalah mata sulit melihat dengan jelas. Lamanya gangguan pada penglihatan ini macam-macam, ada yang cuma beberapa detik, ada juga yang beberapa jam, kemudian lenyap.

Serangan migrain sebenarnya dapat dicegah terutama jika kita tahu atau berhasil menemukan pencetusnya, sehingga dapat menghindarinya. Tidur dalam waktu yang cukup dapat membantu. Sementara jika ingin menghentikan kebiasaan minum kopi atau teh, sebaiknya dikurangi konsumsinya sedikit demi sedikit, jangan dilakukan sekaligus.

2. TINJAUAN PUSTAKA

a. SAKIT KEPALA

Sakit kepala merupakan keluhan utama yang paling sering disajikan kepada dokter. Setiap jenis sakit keala mempunyai dasar organik, walaupun pada dasarnya mempunyai dasar psikogenik. Sakit kepala timbul sebagai hasil perangsangan bangunan-bangunan di wilayah kepala dan leher yang peka terhadap nyeri. Bangunan-bangunan ekstrakranial yang peka-nyeri ialah otot-otot oksipital, temporal dan frontal, kulit kepala, arteri-arteri sub kutis dan periostium. Tulang tengkorak sendiri tidak peka nyeri. Bangunan-bangunan intrakranial yang peka nyeri antara lain maninges terutama dura basalis dan meninges yang mendindingi sinus venosus serta arteri-arteri besar pada basis otak. Sebagian besar dari jaringan otak sendiri tidak peka nyeri.

Perangsangan-perangsangan terhadap bangunan-bangunan itu dapar berupa :

a. Infeksi selaput otak : meningitis, ensefalitis.

b. Iritasi kimiawi terhadap selaput otak seperti perdarahan subdural atau setelah dilakukan pneumo atau zat kontras ensefalitis.

c. Peregangan selaput otak akibat proses desak ruang intrakranial, penyumbatan jalan lintasan liquor, trombosis sinus venosus, edema serebri atau tekanan intrakranial yang menurun secara tiba-tiba atau cepat.

d. Vasodilatasi arteri intrakranial akibat keadaan toksik(seperti pada infeksi umum, intoksikasi CO, reaksi alergik), gangguan metabolik(seperti hipoksemia, hipoglikemia dan hiperkapnia), pemakaian obat vasodilatasi, keadaan pasca kontusio serebri, insufisiensi serebrovaskuler akut, tekanan darah sistemik yang melonjak secara tiba-tiba(seperti nefritis akut, feokhromositoma dan intoksikasi karena kombinasi mono amine oksidase inhibitor dengan tyramine).

e. Gangguan pembuluh darah ekstrakranial, misalnya vasodilatasi (migrain dan cluster headache) dan radang (arteritis temporalis).

f. Gangguan terhadap otot yang mempunyai hubungan dengan kepala, seperti pada spondiloartrosis deformans servikalis.

g. Penjalaran nyeri/referred pain dari daerah mata (glaukoma, iritis), sinus (sinusitis), baseos kranii (karsinoma nasofaring), gigi-gigi (pulpids dan molar III yang mendesak gigi) dan daerah leher (spondiloartrosis deformans servikalis).

h. Ketegangan otot kepala-leher-bahu sebagai manifestasi psiko organis pada keadaan depresi dan stess. Dalam hal ini sakit kepala merupakan sinonim dari pusing kepala.

b. Migrain

Pengeritan migraine

Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang kerapkali disertai mual, muntah. Penderita biasanya sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan. Sakit kepala ini paling sering hanya mengenai satu sisi kepala saja, kadang-kadang berpindah ke sisi sebelahnya, tetapi dapat mengenai kedua sisi kepala sekaligus.

Migrain kadang kala agak sulit dibedakan dengan sakit kepala jenis lain. Sakit kepala akibat gangguan pada sinus atau akibat ketegangan otot leher mempunyai gejala yang hampir sama dengan gejala migrain.

Migrain dapat timbul bersama penyakit lain misalnya asma dan depresi. Penyakit yang sangat berat, misalnya tumor atau infeksi, dapat juga menimbulkan gejala yang mirip migrain. Namun kejadian ini sangat jarang.

Jenis-jenis migraine

Migrain dibagi dalam dua golongon besar yaitu :

Sindroma Migrain

Sindroma migrain ialah sakit kepala yang menyerupai migrain klasik, namun tanpa gejala neurologik fokal. Sakit kepala sindroma migrain adalah sejenis tension headache yang dirasakan sesisi saja, tetapi seringkali berganti-ganti yaitu kadang-kadang disebelah kiri dan ada kalanya di sebelah kanan.

Dari statistik luar negeri ditemukan kaitan antara migrain klasik dan tension headache. Menurut pengalaman pribadi, di Indonesia jarang ditemukan gambaran migrain klasik dan lebih jarang lagi migrain komplikata. Gambaran yang mirip migarai klasik justrus sering dijumpai pada penderita dengan tension headache. Dalam hal ini sifat nyerinya sesuai dengan nyeri migrain klasik yaitu sesisi pada bagian samping kepala dari oksiput ke pelipis dan mengumpul di bagian nasal dari krista orbitalis. Fotofobia, mual, muntah-muntah, mules dan gejala-gejala alergi sering mengiringinya. Gejala-gejala itu dimiliki juga oleh migrain klasik. Tetapi manifestasi dari vasokontriksi pembuluh darah intrakranial yang merupakan gejala prodromal yang klasik bagi migrain tidak dijumpai. Adapun manifestasi itu adalah skotoma atau parastesia. Maka dari itu jenis tension headache yang menyerupai migrain yang sering dijumpai di masyarakat kita dapat dinamakan sindroma migrain.

Migraine Klasik

Berbeda dengan sindroma migrain adalah migrain klasik yang mempertegas manifestasinya dengan sakit kepala sesisi dan adanya gejala neurologik. Dalam hal ini perlu ditekankan bahwa diluar serangan, seorang penderita migrain bebas dari sakit kepala dan gejala neurologik. Hanya sewaktu timbulnya serangan migrain dapat ditemukan gejala organik.

Istilah migrain berasal dari kata Yunani yang berarti sakit kepala sesisi. Memang pada 2/3 penderita, nyerinya dirasakan secara unilateral, tetapi pada 1/3 sisanya dinyatakan pada kedua belah sisi secara bergantian atau tidak teratur. Rasa nyeri disebabkan oleh (a) dilatasi pembuluh darah besar ektrakranial dan (b) dibebaskannya substansia neurokinin ketika vasodilatasi terjadi. Zat tersebut berkhasiat merendahkan ambang rangsang serabut saraf yang menghantarkan impuls nyeri. Penyebab vasodilatasi belum diketahui. Suatu hipotesa menyetakan bahwa vasodilatasi arteri besar ekstrakranial merupakan reaksi terhadap vasokonstriksi arteri intrakranial yang terjadi sebagai manifestasi gangguan bawaan dari autoregulasi arteri intrakranial. Sesuai dengan hipotesa itu, maka hampir setiap serangan migrain didahului oleh prodroma yang tersusun dari manifestasi vaokontriksi serebral, yaitu :

(a) Skotoma, fotofobia atau halusinasi visuil (akibat vasokontriksi di sekitar girus kalkarina)

(b) Parastesia atau disfasia (akibat vasokonstriksi di korteks sensorik)

(c) Hemiparesis (akibat vasokonstriksi di daerah motorik)

(d) Diplopia, vertigo atau syncope, ataksi, disartria, tinitus, nistagmus (akibat vasokonstriksi di batang otak dan serebelum)

(e) Gejala-gejala psikomotorik seperti bengong, bingung, gelisah (akibat vasokonstriksi di lobus temporalis)

Gejala-gejala tersebut diatas timbul untuk sementara waktu, pada umumnya selama beberapa menit. Adakalanya gejala-gejala tersebut berlangsung sampai beberapa hari dan hal inilah yang terjadi pada migrain komplikata. Tidak lama setelah gejala prodromal muncul, nyeri kepala sesisi mulai terasa, yang dengan cepat atau secara sedikit demi sedikit menjadi hebat. Serangan migrain sering terjadi pada pagi hari setelah bangun tidur. Nyeri dirasakan di bagian frontal dan temporal dan tidak jarang juga di dalam orbital. Nyeri dapat meluas sampai seluruh wajah, oksiput, kuduk dan bahu, bahkan seluruh kepala kedua sisi. Nyerinya bersifat berdenyut-denyut atau berdentum-dentum. Setiap serangan berlangsung beberapa menit sampai satu hari dan sebulannya dapat timbul 1-4 kali serangan. Pada waktu serangan berlangsung, vena-vena di dahi dan pelipis tampak dengan jelas, tangan dan kaki terasa dingin. Hampir semua penderita migrain merasakan mual ketika diserang nyeri dan sebagian disertai muntah-muntah juga. Di antara mereka (20%) mendapatkan diare satu sampai beberapa kali dengan tinja yang encer atau tinja yang berupa cairan. Sebelum, seketika atau setelah serangan, banyak penderita mengeluh adanya manifestasi retensi air, seperti edema wajah, kelopak mata, pelipis dan jari-jari yang dinyatakan penderita sebagai cincin menjadi seret atau mata bengkak sehabis menangis.

Migrain Komplikata

Gejala-gejala neurologik yang mendahului timbulnya seranan migrain atau yang muncul seiring dengan migrain biasanya bersifat sementara. Kadang-kadang gejala itu berlangsung agak lama, tetapi akhirnya selalu sembuh tanpa sisa. Gejala-gejala itu dapat berupa hemiparesis, afasia, ataksia, disartria dan oftalmoplegia. Dokter yang menghadapi kasus demikian sering menduganya sebagai suatu manifestasi cerebrovaskulardisease. Hemiparesis atau oftalmoplegia dapat menyusul serangan migrain dalam waktu 6-10 jam, tetapi kadang-kadang setelah 1-10 hari. Dokter yang mengenal gambaran penyakit migrain komplikata tidak begitu khawatir apabila telah diketahui bahwa orang sakit sudah dikenal sebagai penderita migrain. Jika bukan demikian halnya, maka ia akan membuat diagnosa banding CVD atau migrain komplikata. Adanya nyeri yang jelas mendahului timbulnya gejala neurologik mempermudah analisa. Tetapi bilamana gejala neurologik timbul beberapa hari setelah terasanya nyeri kepala seisi, maka tidaklah mudah untuk menghubungkan gejala neurologik dengan migrain komplikata. Baik bagi dokter yang sudah mengenal maupun yang belum mengenal gambaran penyakit migrain komplikata, seyogyanya penderita dengan gejala defisit neurologik dan sakit kepala harus dikirim ke rumah sakit untuk arteriografi karotis. Bila hemiparesis atau oftalmoplegia sembuh tanpa sisa dalam beberapa hari sampai seminggu dan arteriografi karotis tidak mengungkapkan kelainan vaskular regional, maka diagnosa yang harus dibuat ialah migrain komplikata atau migrain oftalmoplegik (bila kelumpuhan okuler yang terjadi) atau migrain hemiplegique (bila hemiparesis).

Patofisiologi dan patogenesis migraine

Gejala-gejala migraine

Gejala Awal
Satu atau dua hari sebelum timbul migrain, penderita biasanya mengalami gejala awal seperti lemah, menguap berlebih, sangat menginginkan suatu jensi makanan (mislanya coklat), gampang tersinggung, dan gelisah.

Aura
Aura hanya didapati pada migrain klasik. Biasanya terjadi dalam 30 menit sebelum timbulnya migrain. Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis yang bergelombang, cahaya terang, bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Gejala aura yang lain yaitu rasa geli atau rasa kesemutan di tangan. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, atau merasa bingung. Penderita dapat mengalami hanya satu gejala saja atau beberapa macam gejala, tetapi gejala ini tidak timbul bersamaan melainkan bergantian. Suatu gejala aura biasanya menghilang saat nyeri kepala atau gejala aura yang lain timbul. Namun kadang-kadang gejala aura tetap bertahan pada permulaan sakit kepala.

Sakit kepala dan gejala penyerta
Penderita merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala, sering terasa dibelakang mata. Nyeri dapat berpindah pada sisi sebelahnya pada serangan berikutnya, atau mengenai kedua belah sisi. Rasa nyeri berkisar antara sedang sampai berat. Gejala lain yang sering menyertai nyeri kepala antara lain :

Kepekaan berlebihan terhadap sinar, suara, dan bau

Mual dan muntah

Gejala semakin berat jika beraktifitas fisik

Tanpa pengobatan, sakit kepala biasanya sembuh sendiri dalam 4 sampai 72 jam.

Gejala Akhir
Setelah nyeri kepala sembuh, penderita mungkin merasa nyeri pada ototnya, lemas, atau bahkan merasakan kegembiraan yang singkat. Gejala-gejala ini menghilang dalam 24 jam setelah hilangnya sakit kepala.

Pemicu Migrain

Migrain dapat dicetuskan oleh makanan, stres, dan perubahan aktivitas rutin harian, walaupun tidak jelas bagaimana dan mengapa hal tersebut dapat menyebabkan migrain. Pencetus migrain antara lain :

Konsumsi makanan tertentu seperti coklat, MSG, dan kopi

Tidur berlebihan atau kurang tidur

Tidak makan

Perubahan cuaca atau tekanan udara

Stres atau tekanan emosi

Bau yang sangat menyengat atau asap rokok

Sinar yang sangat terang atau pantulan sinar matahari.

Penderita migrain

Sekitar 28 juta orang di AS menderita migrain. Di seluruh dunia, migrain mengenai 25% wanita dan 10% pria.
Wanita dua sampai tiga kali lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki. Migrain paling sering mengenai orang dewasa (umur antara 20 sampai 5o tahun), tetapi seiring bertambahnya umur, tingkat keparahan dan keseringan semakin menurun. Migrain biasanya banyak mengenai remaja. Bahkan, anak-anak pun dapat mengalami migrain, baik dengan atau tanpa aura. Resiko mengalami migrain semakin besar pada orang yang mempunyai riwayat keluarga penderita migrain.

Prosedur diagnosis migraine

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gaya hidup penderita dan melakukan pemeriksaan fisis. Tidak ada tes laboratorium yang dapat mendukung penegakan diagnosis migrain. Migrain kadangkala sulit untuk didiagnosis karena gejalanya dapat menyerupai gejala sakit kepala lainnya. Sebagai contoh, beberapa orang didiagnosis dengan sakit kepala akibat gangguan sinus, padahal sebenarnya mereka menderita migrain.

Dokter anda mungkin menggunakan kriteria International Headache Society untuk mendiagnosis migrain. Anda didiagnosis migrain jika anda mengalami 5 atau lebih serangan sakit kepala tanpa aura (atau 2 serangan dengan aura) yang sembuh dalam 4 sampai 72 jam tanpa pengobatan dan diikuti dengan gejala mual, muntah, atau sensitif terhadap sinar dan suara.

Dokter anda akan memeriksa gejala yang anda alami dan memutuskan apakah anda perlu menjalani pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang menyebabkan sakit kepala anda. Tes tersebut antara lain :

MRI atau CT Scan, yang dapat digunakan untuk menyingkirkan tumor dan perdarahan otak.

Punksi Lumbal, dilakukan jika diperkirakan ada meningitis atau perdarahan otak.

Penatalaksanaan migraine

Penatalaksanaan Umum

Pada tahap awal anda dapat menggunakan antinyeri yang dapat dibeli bebas tanpa resep, seperti parasetamol, atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen, atau natrium naproxen, untuk mengurangi gejala migrain.

Dokter biasanya menganjurkan untuk lebih dahulu menggunakan NSAID untuk melihat apakah obat ini mampu mengurangi nyeri sebelum memberikan obat anti migrain golongan lain yang harus dibeli dengan resep, yang mempunyai banyak efek samping.

Anda juga dapat mencoba mengurangi frekuensi timbulnya migrain dengan mengenali dan menghindari pencetus yang dapat menyebabkan migrain.

Jenis-jenis obat migrain antara lain :

Anti Migrain – digunakan untuk menghentikan serangan migrain, meliputi :

Anti-Inflamasi Non Steroid (NSAID), misalnya aspirin, ibuprofen, yang merupakan obat lini pertama untuk mengurangi gejala migrain.

Triptan (agonis reseptor serotonin). Obat ini diberikan untuk menghentikan serangan migrain akut secara cepat. Triptan juga digunakan untk mencegah migrain haid.

Ergotamin, misalnya Cafegot, obat ini tidak seefektif triptan dalam mengobati migrain.

Midrin, merupakan obat yang terdiri dari isometheptana, asetaminofen, dan dikloralfenazon. Kalau di Indonesia dijumpai kombinasi antara asetaminofen (parasetamol) dan profenazon.

Berikut cara kerja Triptan :

Pencegah Migrain – digunakan untuk mencegah serangan migrain, meliputi :

Beta bloker, misalnya propanolol

Penghambat Kanal Kalsium, yang mengurangi jumlah penyempitan pembuluh (konstriksi) darah

Antidepresan, misalnya amitriptilin, antidepresan trisiklik, yang terbukti efektif untuk mencegah timbulnya migrain.

Antikonvulsan

Jika migrain yang anda derita ringan sampai sedang, anda hanya perlu antinyeri yang dijual bebas untuk menghilangkan gejala. Jika migrain anda sedang sampai berat, anda perlu antimigrain yang dibeli dengan resep. Jika anda sering mengalami serangan migrain, dokter mungkin menyarankan untuk meminum obat pencegah migrain.

Beberapa obat pencegah migrain dapat menimbulkan efek samping ringan sampai berat pada beberapa penderita. Penderita yang mempunyai gangguan jantung atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini. Pasien yang berumur lebih dari 65 tahun, obat pencegah migrain tidak dianjurkan.

Biasanya anda perlu mencoba beberapa jenis obat sebelum anda menemukan salah satu yang paling cocok dengan anda.

Jika anda mengalami mual atau muntah sebagai efek samping pengobatan antimigrain, dokter anda juga biasanya meresepkan obat anti mual muntah seperti proklorperazin atau metoklopramid, untuk mengurangi gejala tersebut.

Walaupun obat-obatan biasanya merupakan pengobatan utama migrain, terapi pelengkap biasanya dapat membantu mengurangi gejala dan frekuensi serangan migrain. Terapi pelengkap antara lain :

Akupuntur, yaitu dengan menusukkan jarum yang sangat halus ke kulit pada titik tertentu untuk menimbulkan aliran energi di sekujur tubuh. Tindakan ini dapat membantu relaksasi otot dan mengurangi nyeri kepala.

Teknik Relaksasi, yang dapat membantu mengurangi stres dalam kehidupan sehari-hari.

– Penatalaksanaan khusus berdasarkan jenis migrain

1. Sindroma Migrain

Pada sindroma migrain pengobatan dilakukan dengan memberi obat antidepressan dikombinasikan dengan analgesik.

2. Migrain Komplikata

Di luar serangan, penderita dengan migrain tidak memerlukan pengobatan. Pada waktu serangan 0,25 mg ergotamin tartrat yang disuntikkan subkutan biasanya sudah dapat melenyapkan nyeri kepala. Apabila nyeri masih belum mereda boleh diberikan sekali lagi. Selanjutnya, kalau nyeri belum hilang lama sekali, sebaiknya jangan disuntik lagi, tetapi diberikan cafergot atau bellergal, gynergen, migril dan sebagainya setiap 1/2 jam 1 tablet. Kalau sudah makan 2 tablet berturut-turut, tetapi nyeri masih belum hilang, maka boleh diberikan suntikan pethidine 50-100 mg i.m. Jika muntah-muntah mengiringi serangan migrain, sebaiknya 25 mg clorpromazin i.m. diberikan juga. Wanita yang mendapatkan serangan migrain tidak boleh diberi ergotamin tartat jika ia sedang haid atau mempergunakan pil anti hamil atau hamil. Dalam hal itu penthidine 50 mg i.m. dapat disuntikkan dan diberi nasehat untuk sementara waktu menghentikan pil.

Obat lain yang bukan tergolong dalam preparat ergotamin tartat adalah thysergide. Obat ini adalah halusinogen dan toksik sekali (klaudikasio intermitens, vertigo, muntah-muntah, dermatitis, psikosis, fobrosis pleuropulmonal, anemia dan uremia). Walaupun sangat toksis, methysergide memang sangat efektif untuk prevensi migrain. Orang-orang dengan hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, kehamilan, penyakit hepar, ginjal, paru-paru dan kolagen, sebaiknya jangan diberi methysergide. Dosis seharinya ialah 3 kali 1 mg dan tidak boleh dikombinasikan dengan preparat ergotamin. Kalau timbul efek samping, maka obat tersebut harus dihentikan segera dan penderita diberi 3 kali 121/2-25 mg chlorpromazin sehari atau 2 dd 2-10 mg diazepam.

Pada para penderita yang tidak boleh diberi preparat ergotamin (contoh penyakit jantung iskemik) dapat digunakan pizotifen 3 sampai 5 kali 0,5 mg sehari.

Pengobatan sesuai dengan antidepressan dan anargesil dapat diberikan disamping pengobatan dengan ergotamin dan sebagainya, bila mana efek terapi spesifik kurang memuaskan. Seringkali penulis mendapatkan pelajaran, bahwa kendatipun ciri-ciri tension headache tidak ada padanya, namun penderita migrain klasik yang bereaksi kurang baik terhadap preparat ergotamin mendapatkan manfaat yang sempurna dari obat-obat yang lazim penulis gunakan untuk tension headche.

3. Migrain Komplikata

Tanpa pengobatan khusus hemiplegia atau oftalmoplegia pada migrain komplikata dapat sembuh tanpa sisa. Tetapi bila ada hemiplegia, penulis pribadi cenderung untuk menganjurkan pemberian infus glycerol 10% atau obat-obat lain yang berkhasian antiedema serebri. Dasar pemberian terapeutika itu tanpa menghiraukan faktor etiologik primer ialah bahwa rehabilitasi edema serebri regional dapat dipercepat. Adanya hemiplegia atau hemiparesis sudah membuktikan adanya disfungsi regional yang selalu disertai edema setempat.

Bilamana pada pemeriksaan sehari-hari tidak didapati kemajuan dalam waktu 5 hari, maka orang sakit harus segera dikirim ke dokter ahli saraf atau ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas untuk arteriografi karotis interna. Apabila keluarga mendesak dokter untuk minta konsul kepada dokter ahli saraf maka sebaiknya permintaan itu langsung dikabulkan, karena konsul ini merupakan keuntungan belaka dan tidak ada ruginya bagi dokter umum yang merawat penderita.

Nyeri kepala sesisi yang keras biasanya menghilang setelah timbul manifestasi defisit neurologik. Sakit kepala yang bisa dirasakan pada tahap ini biasanya bersifat tidak enak dikepala. Seyogyanya preparat ergotamin tartrat tidak diberikan lagi setelah defisit neurologik menjadi kenyataan.

Yang perlu dilakukan jika terapi tidak membawa hasil

Jika migrain tidak sembuh walaupun sudah mendapat pengobatan, perlu untuk merubah jenis obat. Jika belum sembuh juga, tes tambahan seperti MRI atau CT Scan perlu dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain.

Yang dapat dilakukan pasien di rumah

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan di rumah untuk mengurangi frekuensi serangan dan mengurangi gejala, misalnya mengurangi stres dan mengenali pencetus migrain, kemudian menghindarinya.

Atasi stres yang anda alami, karena migrain lebih sering terjadi pada masa-masa stres.

Mengikuti latihan relaksasi untuk mengunragi ketegangan otot.

Menyediakan obat antinyeri yang dapat dibeli bebas di toko obat.

Buatlah catatan harian mengenai sakit kepala anda. Hal ini dapat membantu anda untuk mengenali pencetus, kemudian menghindarinya. Dari catatan ini juga dapat diketahui apakah migrain anda semakin sering atau bertambah berat.

Jika anda memperkirakan bahwa migrain yang anda alami mempunyai hubungan depresi atau kecemasan, cobalah minta pertolongan untuk mengatasi depresi dan kecemasan ini. Berkurangnya depresi dan kecemasan terkait dengan berkurangnya frekuensi serangan migrain.

Cara mencegah migrain

Cara terbaik untuk mengatasi migrain adalah dengan menghindarinya. Dengan mengenali dan menghindari pencetus, jumlah serangan dan tingkat keparahan migrain dapat dikurangi. Memang, beberapa pencetus di luar kemampuan kita untuk mengontrolnya, tetapi ada beberapa diantaranya yang dapat kita hindari. Hal-hal berikut dapat membantu anda untuk mencegah migrain :

Mengenali pencetus migrain dengan membuat buku harian

Tidur dan beraktifitas secara teratur

Makan teratur, dan menghindari makanan yang dapat mencetuskan migrain

Mengatasi stres

Menghindari asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif

Pencegahan dapat pula dilakukan dengan obat-obatan, walaupun dapat terjadi efek samping dari ringan sampai sedang. Obat ini juga biasanya agak mahal. Tetapi, obat ini kadangkala efektif untuk mencegah dan mengurangi keparahan migrain, sehingga memperbaiki kualitas hidup.

Orang yang beresiko tinggi menderita migrain

Mempunyai keluarga yang menderita migrain

Wanita, tiga kali lebih sering dibanding pria.

Remaja atau dewasa muda

Menderita depresi, gangguan cemas, asma, atau epilepsi.

Keadaan yang mengharuskan pasien menghubungi dokter

Sakit kepala anda tidak membaik dalam 1 atau 2 hari, atau anda sering terbangun pada malam hari.

Sakit kepala anda semakin hebat atau menjadi lebih sering

Timbul gejala baru

Ada masalah dengan pengobatan anda

Anda mengalami sakit kepala setelah aktifitas fisik, aktifitas seksual, batuk, atau bersin

Aktifitas anda terganggu oleh sakit kepala anda (misalnya, anda seringkali harus absen dari pekerjaan atau sekolah).

Keadaan yang mengharuskan pasien dibawa ke rumah sakit

Anda mengalami sakit kepala sangat hebat yang terjadi tiba-tiba yang tampaknya tidak seperti sakit kepala yang pernah anda alami.

Anda mengalami demam dan kaku leher

Anda mengalami mual dan muntah yang hebat sehingga tidak bisa makan atau minum.

Anda mengalami gejala strok, antara lain :

Kebas, paralisis, atau kelemahan pada wajah, lengan atau kaki yang tiba-tiba.

Merasa pusing dan oyong

Perubahan penglihatan yang mendadak

Gangguan berbicara atau memahami kalimat sederhana

Gangguan berjalan atau berdiri.

3. PENUTUP

Kata migrain sendiri berasal dari perkataan Yunani, hemikrania, yang berarti “separo kepala”. Seperti yang selama ini dikenal awam, migren memang kerap muncul di satu sisi kepala. Sekali muncul di kanan ya kanan saja, kalau nongol di kiri, ya terus kiri.

Dari kata hemikrania itu kemudian berubah menjadi migrain (migraine). Ada dua macam migren: migrain biasa dan migren klasik. Migrain biasa terjadi secara perlahan-lahan, mengakibatkan denyut nyeri yang dapat berlangsung selama 2 – 72 jam. Sering berpusat di pelipis atau di belakang telinga.

Migren klasik sama dengan migrain biasa, tetapi biasanya didahului dengan gejala seperti “aura” (perasaan aneh), yang bisa saja berupa gangguan berbicara, atau kelemahan dan gangguan penglihatan. Namun, gejala paling umum yang sering terjadi adalah mata sulit melihat dengan jelas. Lamanya gangguan pada penglihatan ini macam-macam, ada yang cuma beberapa detik, ada juga yang beberapa jam, kemudian lenyap.

Pada tahap awal anda dapat menggunakan antinyeri yang dapat dibeli bebas tanpa resep, seperti parasetamol, atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen, atau natrium naproxen, untuk mengurangi gejala migrain.

Dokter biasanya menganjurkan untuk lebih dahulu menggunakan NSAID untuk melihat apakah obat ini mampu mengurangi nyeri sebelum memberikan obat anti migrain golongan lain yang harus dibeli dengan resep, yang mempunyai banyak efek samping. Obat-obatan yang bisa diberikan kepada penderita migraine adalah Anti-Inflamasi Non Steroid (NSAID), misalnya aspirin, ibuprofen, yang merupakan obat lini pertama untuk mengurangi gejala migrain. Triptan (agonis reseptor serotonin). Obat ini diberikan untuk menghentikan serangan migrain akut secara cepat. Triptan juga digunakan untk mencegah migrain haid.

Ergotamin, misalnya Cafegot, obat ini tidak seefektif triptan dalam mengobati migrain.

4. DAFTAR PUSTAKA

http://www.sith.itb.ac.id/profile/pdf/bisel/MIGRAIN.pdf

http://www.wartamedika.com/2006/01/migrain.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Migraine

Snell, Ricard S. Neuroanatomi klinik. 2006. Jakarta : EGC.

Priguna Sidharta. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. 2008. Jakarta : Dian Rakyat

REFRAT ANATOMI

MIGRAIN

Disusun oleh:

FEBRIAN FARIYANSYAH NURHADI

G0007071

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2008